Kamis, 23 September 2010

umpan

otomatis 99
Dunia
Ahmadinejad Pidato, AS dan Sekutunya Boikot
Pemimpin Iran itu melontarkan kritik pedas kepada AS, kapitalisme, dan juga PBB.
Jum'at, 24 September 2010, 08:03 WIB
Renne R.A Kawilarang
VIVAnews - Aksi boikot kembali mewarnai sidang tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) saat Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berpidato. Mereka adalah perwakilan dari Amerika Serikat, Eropa, dan sejumlah negara lain, Kamis, 23 September 2010, waktu New York.

Boikot serupa sudah berulangkali terjadi saat Ahmadinejad maju ke mimbar di sidang PBB, baik itu di New York maupun Jenewa. Para delegasi dari negara-negara itu serentak keluar dari ruang sidang (walkout) ketika pemimpin Iran itu melontarkan kritik pedas kepada AS, kapitalisme, dan juga PBB.

Menurut stasiun televisi CNN, mereka yang hengkang itu adalah delegasi AS, Inggris, Swedia, Australia, Belgia, Uruguay dan Spanyol. Selain itu, para delegasi dari 27 negara Uni Eropa sebelumnya bersepakat meninggalkan sidang bila Ahmadinejad membuat pernyataan yang "membuat panas telinga."

Dan itulah yang dilakukan Ahmadinejad.
Gelagat aksi walkout sudah terasa saat dia mulai mengumbar berbagai teori-teori konspirasi mengenai serangan teroris 11 September 2001 di AS.

"Sejumlah segmen di dalam pemerintahan AS merancang serangan itu," Ahmadinejad menuduh. Menurut dia, serangan teror itu bertujuan untuk membalikkan situasi dimana saat itu ekonomi AS mulai mengalami penurunan. Selain itu AS dianggap membuat skenario jahat terhadap negara-negara Timur Tengah untuk menyelamatkan rezim Zionis.

"Mayoritas rakyat Amerika, sebagaimana sebagian besar negara dan politisi di penjuru dunia, sepakat dengan pandangan ini," kata Ahmadinejad.

Mendengar itu, delegasi AS dan negara-negara lain lansung angkat kaki dari ruang sidang.

Pemerintah AS menyayangkan komentar Ahmadinejad yang mereka anggap sama sekali tidak berdasar dan menebar kebencian. "Bukannya mewakili aspirasi dan niat baik rakyat Iran, Ahmadinejad kembali memilih mengumbar teori-teori konspirasi keji dan pernyataan anti Yahudi yang menjijikan dan ngawur. Itu sudah diprediksi," kata juru bicara Perwakilan Tetap AS untuk PBB, Mark Kornblau. (kd)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar